19 September 2026

Ribuan Warga Berau Gelar Salat Istisqa, Bupati Sri Juniarsih: Ikhtiar Harus Dibarengi Doa

SAPABERAU.ID, TANJUNG REDEB – Ribuan warga Kabupaten Berau memanjatkan doa meminta hujan melalui pelaksanaan Salat Istisqa di Lapangan GOR Jalan Pemuda, Minggu (30/8/2026). Di tengah kemarau berkepanjangan yang melanda Bumi Batiwakkal, Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas turut hadir dan melaksanakan ibadah bersama masyarakat.

Salat Istisqa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk memohon rahmat Allah SWT agar hujan segera turun dan mengakhiri kondisi kekeringan yang berdampak pada kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah Berau.

Turut hadir Wakil Bupati Berau H. Gamalis, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, Dandim 0902/Berau Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris, serta jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.

Salat dipimpin KH Burhanuddin Harahap, sementara khutbah disampaikan Ustadz Jamiruddin. Ribuan jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat meski cuaca masih terik.

Usai pelaksanaan Salat Istisqa, Sri Juniarsih mengatakan pemerintah bersama berbagai pihak telah melakukan sejumlah upaya untuk menangani dampak kemarau. Berbagai langkah ditempuh, termasuk pemanfaatan teknologi serta penguatan koordinasi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat.

“Selama ini, kami telah berikhtiar sekuat tenaga. Melalui berbagai teknologi, menjalin kerja sama yang erat antara pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh masyarakat. Namun ternyata, hujan baru turun di beberapa titik saja,” kata Sri Juniarsih.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah bersama masyarakat kembali melakukan ikhtiar melalui pendekatan spiritual dengan melaksanakan Salat Istisqa.

“Karena itulah, hari ini bersama Bapak Ibu sekalian, kami kembali melangkah dalam ikhtiar yang paling utama, memohon pertolongan Allah SWT melalui Salat Istisqa,” ujarnya.

Sri Juniarsih menegaskan upaya pemerintah dalam menangani kekeringan belum berhenti. Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan penanganan dampak kemarau.

Salah satu upaya yang terus diupayakan adalah bantuan penanganan kekeringan melalui operasi modifikasi cuaca atau pengeboman air. Pemkab Berau juga tengah memproses pengalokasian anggaran penanganan kekeringan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak, terutama di wilayah yang mengalami kekurangan air akibat kemarau panjang.

Namun, di tengah berbagai upaya teknis dan teknologi tersebut, Sri Juniarsih mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa kemampuan manusia tetap memiliki keterbatasan.

Ia mengutip pesan yang disampaikan dalam khutbah bahwa kondisi tertahannya hujan dapat menjadi momentum bagi manusia untuk melakukan introspeksi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak serta-merta membuat manusia mampu mengendalikan seluruh kondisi alam.

“Sehebat apa pun ilmu dan teknologi manusia, tetap ada batasnya. Tidak ada yang sanggup menurunkan hujan atas kemauan sendiri. Mari jadikan momen ini sebagai perenungan bersama,” tuturnya.

Karena itu, menurut Sri Juniarsih, Salat Istisqa tidak semata-mata menjadi sarana untuk memohon turunnya hujan. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan menjadi ajakan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan.

Ia mengajak masyarakat memperbanyak istigfar, memperbaiki ibadah, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta memperbanyak amal kebaikan.

“Jangan hanya memohon agar Allah menurunkan hujan, tetapi kita juga harus mulai memperbaiki diri. Perbanyak istigfar, perbaiki ibadah, jaga hubungan sesama, dan perbanyak amal kebaikan,” pesannya.

Sri Juniarsih berharap ikhtiar lahir dan batin yang dilakukan bersama tersebut dapat menjadi jalan bagi turunnya hujan di Kabupaten Berau.

“Semoga dengan hati yang lebih baik, rahmat Allah berupa hujan pun segera turun menyirami Bumi Berau tercinta,” pungkasnya. (Diskominfo)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *